AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Dinilai Masih Tertinggal, Ini Strategi Transformasi Bank Syariah untuk Tingkatkan Daya Saing

SYARIAH
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 15 Oktober 2021 09:13 WIB
Berikut strategi yang bisa dilakukan perbankan syariah untuk mengejar ketertinggalannya dari bank konvensional.
Dinilai Masih Tertinggal, Ini Strategi Transformasi Bank Syariah untuk Tingkatkan Daya Saing(Dok.MNC Media)
Dinilai Masih Tertinggal, Ini Strategi Transformasi Bank Syariah untuk Tingkatkan Daya Saing(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Perbankan syariah terus berlari mengejar ketertinggalannya dari bank konvensional. Pasalnya, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  kuantitas dan kualitas sumber daya manusianya kurang optimal serta teknologi informasi (TI) yang belum memadai. Oleh karena itu butuh transformasi agar perbankan syariah mampu berdaya saing dan berperan lebih nyata pada perekonomian nasional.

Sehubungan dengan itu, Sharia Banking Director CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara membeberkan strategi agar perbankan syariah mampu cepat bertransformasi. Salah satunya pengembangan produk, aktivitas, dan program secara internal. Menurutnya, hal ini memang menjadi suatu kelemahan, sebab perbankan syariah belum banyak dikenal oleh mayarakat luas.

"Literasinya saja baru 8 persen. Jadi di perbankan syariah itu, kalau menurut saya dalam beberapa tahun terakhir ini yang kita kebut adalah bagaimana kita memiliki produk yang setidaknya sama dengan yang dimiliki oleh perbankan konvensional. Itu dulu yang menjadi target," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (14/10/2021).

Tentunya, kata Pandji, dalam mengimbangi perbankan konvensional pasti memerlukan waktu cukup lama karena hal itu menyangkut modal, riset, perizinan, sumber daya manusia, dan masih banyak yang lainnya.

Kemudian, strategi terkait infrastruktur teknologi informasi dan ekosistem digital. Ia menerangkan bahwa ke depan tanpa dipungkiri perbankan akan disasar oleh generasi milenial di mana generasi ini tak luput dari perkembangan digital yang di mana hal itu sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

"Satu hari saja kita pegang handphone berapa jam. Jadi infrastruktur teknologi informasi dan ekosistem digital ini adalah susuatu yang harus ditekankan dalam bertransformasi agar tidak kalah saing," jelasnya.

Lebih lanjut, hal yang perlu dilakukan dari segi internal, kata dia adalah menciptakan ketrampilan dan pengetahuan tenaga kerja yang baik. Baginya, hal ini adalah sesuatu yang terkadang terlewatkan. Maka dari itu, pada waktu mulai berlari melakukan transformasi, penting bagi perbankan untuk memilih tenaga kerja yang sudah ahli dalam bidangnya dan sesuai dengan kebutuhan dari perbankan syariah itu sendiri.

"Sebagai shortcut, perbankan harus tarik terlebih dahulu karyawan terbaiknya, dengan catatan maintenance orang-orangnya oun juga perlu diperhatikan. Jadi karyawan tersebut harus melek mengenai perbankan syariah," ucapnya.

Terakhir, ia menyebut customer experience jangan tertinggal. Sebab, ini merupakan suatu hal yang cukup penting. Adapun bisa dilakukan dengan memberikan produk yang beragam dan disertai dengan kualitas yang baik.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD