AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Market Share Capai 6,5 Persen, Aset Perbankan Syariah Tembus Rp631,5 Triliun

BANKING
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 14 Oktober 2021 17:23 WIB
Hingga Juli 2021, total aset perbankan syariah sebesar Rp 631,58 triliun.
Market Share Capai 6,5 Persen, Aset Perbankan Syariah Tembus Rp631,5 Triliun (FOTO:MNC Media)
Market Share Capai 6,5 Persen, Aset Perbankan Syariah Tembus Rp631,5 Triliun (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Hingga Juli 2021, total aset perbankan syariah sebesar Rp 631,58 triliun. Adapun market share perbankan syariah juga mengalami pertumbuhan yang positif yakni per Juli 2021 telah mencapai 6,59 persen dibandingkan dengan total perbankan nasional. 

"Dengan demikian, secara komposisi, market share tersebut masih didominasi oleh 12 Unit Usaha Syariah (UUS) sebesar 65,73 persen, diikuti dengan 20 UUS sebesar 31,81 persen dan 163 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) sebesar 2,45 persen," beber Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK, Nyimas Rohmah, Kamis (14/10/2021). 

Sejalan dengan hal tersebut, jumlah rekening perbankan syariah juga terus menunjukan tren kenaikan. Sehingga jumlah rekening pihak ketiga pada Juli 2021 telah mencapai lebih dari 40 juta rekening, sementara untuk jumlah rekening pembiayaan mencapai lebih dari 6 juta rekening. 

"Perkembangan perbankan syariah yang mengembirakan itu, tentu saja tidak serta merta membuat kita terlena sehingga mengabaikan berbagai tantangan yang ada di perbankan termasuk perbankan syariah," jelasnya. 

Dia menilai, ekosistem perbankan terjadi sangat cepat. Hal itu karena adanya perkembangan teknologi yang diikuti dengan perubahan ekspektasi masyarakat yang menginginkan produk dan layanan perbankan agar lebih mudah, cepat, dapat diakses di mana saja, kapan saja, aman, dan dapat memenuhi seluruh layanan yang diperlukan. 

Dengan adanya perubahan tersebut, perbankan syariah tak luput dihadapi berbagai tantangan, seperti diantaranya, skala usaha, daya saing, kapasitas modal, risiko digital, cyber security, dan system failure risk.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD