AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Tok! OJK Resmi Luncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan

BANKING
Anggie Ariesta
Selasa, 26 Oktober 2021 11:25 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan
Tok! OJK Resmi Luncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan (FOTO:MNC Media)
Tok! OJK Resmi Luncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan. Hal tersebut bertujuan untuk memberi panduan dan operasionalisasi perbankan digital saat ini dan ke depan. 

Selain itu, juga sebagai terobosan kebijakan untuk memitigasi berbagai tantangan dan resiko dari transformasi digital perbankan. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menjelaskan disusunnya Cetak Biru transformasi digital perbankan ini tujuannya menjadikan pedoman bagi industri perbankan. Sebab seiring berjalannya waktu, perbankan tradisional akan tergerus jika tidak melakukan transformasi digital. 

“Seperti janji saya pada beberapa kesempatan kita bersyukur Alhamdulillah pada pagi hari ini atau buku cetak baru perbankan sudah selesai, dan kita akan sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan,” kata Heru dalam Launching Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan secara virtual, Selasa (26/10/2021). 

Menurut Heru, tidak ada kata terlambat untuk memulai transformasi digitalisasi perbankan, selama kita siap menghadapinya. Oleh karena itu, OJK meluncurkan Cetak biru Transformasi digital untuk perbankan. 

“Saat ini bank baru memulai proses digitalisasi, kalau bank baru mulai sekarang maka dikatakan itu sudah terlambat bahkan bank yang tidak mau move on, Saya kira nanti cepat atau lambat akan ditinggalkan oleh para nasabahnya. Tapi kalau bagi saya tidak ada kata terlambat yang penting kita siap untuk menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya. 

Lebih lanjut Heru menyampaikan disrupsi teknologi mampu memunculkan pemain baru di ekosistem keuangan seperti fintech dan sebagainya yang juga dapat memberikan layanan sebagaimana yang ditawarkan oleh bank tanpa kehadiran secara fisik. 

Dengan demikian, Cetak Biru ini perlu dicermati bersama. Sehingga semua pihak bisa terus mendukung transformasi perbankan di era digital ini. 

Disisi lain kata Heru, banyak pakar yang menyatakan bahwa digitalisasi sektor keuangan sangat penting karena kita melihat semakin disadari bahwa transformasi itu adalah awal dari suatu masa depan dan menjadi suatu keniscayaan. 

“Memang CEO, banker perlu mencermati beberapa perkembangan yang tadi sudah saya sampaikan. Ke depan digitalisasi menjadi hal yang tidak bisa dielakkan, karena kita melihat survei Mckinsey menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara tercepat yang melakukan adopsi digital. Bahkan lebih cepat dibandingkan kalau kita lihat Brazil dan China,” pungkasnya.  

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD