AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Cegah Begal Rekening, Jangan Gunakan Wifi Publik Jika Ingin Transaksi

BANKING
Viola Triamanda/MPI
Rabu, 22 Juni 2022 13:33 WIB
Maraknya kejahatan social engineering saat ini merupakan kesalahan dari dua sisi yakni nasabah dan pihak perbankan.
Cegah Begal Rekening, Jangan Gunakan Wifi Publik Jika Ingin Transaksi (FOTO:MNC Media)
Cegah Begal Rekening, Jangan Gunakan Wifi Publik Jika Ingin Transaksi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Saat ini, kejahatan digital perbankan kian merambah ke berbagai channel. Tak hanya melalui skimming, marak pencurian data bermodus belanja online melalui kartu kredit juga pernah terjadi.

Bahkan yang terbaru, ada modus soceng atau social engineering. Maraknya kejahatan social engineering saat ini merupakan kesalahan dari dua sisi yakni nasabah dan pihak perbankan.

Dari sisi nasabah, edukasi dan sosialisasi masih perlu ditingkatkan terkait keamanan penyimpanan username dan data pribadi.

Hal tersebut lantaran kejahatan social engineering menyasar pada nasabah yang tidak jeli membedakan website resmi bank dengan website duplikasi serta tidak jeli membedakan website resmi bank dengan website duplikasi.

"Dan pihak perbankan juga perlu aktif untuk melaporkan terlebih dulu, di grup disosial media atau website yang memiliki kesamaan nama dengan bank," ujar Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOUS) Bhima Yudhistira Rabu (22/6/2022).

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD