AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Ingin Berkah? Begini Tips Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW

SYARIAH
Shifa Nurhaliza
Kamis, 02 Desember 2021 10:32 WIB
Bisnis ala Nabi Muhammad SAW selalu menjadi insipirasi bagi para pebisnis di dunia.
Ingin Berkah? Begini Tips Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW. (Foto: Bisnis Ala Nabi)
Ingin Berkah? Begini Tips Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW. (Foto: Bisnis Ala Nabi)

IDXChannel – Bisnis ala Nabi Muhammad SAW selalu menjadi insipirasi bagi para pebisnis di dunia. Tren bisnis saat ini tentunya mengutamakan kejujuran, maka itu jadilah pengusaha seperti Nabi Muhammad SAW yang menjalankan usaha dengan cara baik dan tentunya sesuai syariat Islam.

Nabi Muhammad SAW saat masih kecil sudah menjadi seorang yatim karena sang ayah Abdullah, meninggal dunia ketika Beliau baru lahir. Dan Beliau nyatanya juga hanya merasakan kasih sayang seorang ibu hingga Nabi Muhammad SAW berusia 6 tahun. Ketiadaan kedua orangtua membuat kehidupan beliau menjadi orang yang mandiri.

Mengutip dari Buku Bisnis Rasulullah, karya Malahayati S Psi terbitan Great Publisher, Jakarta, pada Kamis (2/12/2021), Nabi Muhammad SAW telah memulai perjalanan bisnisnya sejak Beliau berumur 8 tahun pada saat Beliau mengembala kambing dan mendapat upah beberapa qiraat dari penduduk Makkah.

Kemudian, di umur Beliau yang ke-12, Nabi Muhammad mulai belajar berdagang dengan pamannya yang bernama Abu Thalib ke Negeri Syiam dengan tujuan bisnis pertamanya yakni ke Syiria, Jordan, dan juga Lebanon.

Seiring berjalannya waktu, Nabi Muhammad SAW dipercayakan oleh konglomerat Makkah bernama Khadijah, untuk menjalin kerja sama bisnis dan menjabat sebagai manajer bisnis dengan gaji yang Beliau terima yaitu 4 ekor unta setiap bulannya.

Dalam berbisnis, Nabi Muhammad SAW memiliki prinsip bisnis yang sesuai dengan syariah islam dan berlandaskan iman kepada Allah SWT. Dengan begitu, perilaku Beliau dalam berbisnis hendaknya menghindari yang dilarang dan tak disukai Allah SWT dan Rasul-Nya serta menjauhi produk yang dilarang ataupun haram.

Adapun perilaku bisnis yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW yaitu niat yang tulus. Niat yang tulus dalam berbisnis merupakan ibadah kepada Allah SWT. Hal tersebut tertuang di dalam surat Adz Dzaariyaat ayat 56 yang berarti “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. Allah juga merupakan Sang Pemberi Rezki”.

Adapun beberapa tips bisnis ala Nabi Muhammad SAW, yakni:
1. Bersikap jujur.
Dalam hadist riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAWA bersabda, “Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat, kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan jujur.” (HR.Tirmidzi).

2. Menjual barang berkualitas baik.
Uqbah bin Amir mendengar, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika ia jelaskan”. (HR. Ibn Majah)

3. Mengambil untung sewajarnya saja.
Nabi Muhammad tidak pernah mengambil untung berlebihan dan tidak sesuai porsinya. Beliau mengambil untung sewajarnya saja jangan tamak, karena bukan uang yang dicari Rasulullah melainkan keberkahan dari Allah SWT.

“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu kebahagiaan pun di akhirat.” (QS. Asy-Syuraa : 20).

4. Melakukan strategi pemasaran.
Nabi Muhammad SAW sudah menerapkannya strategi pemasaran lebih dulu. Pertama, Beliau membidik target pasar. Kedua, terus berpikir kreatif dan inovatif dalam proses menjual barangnya. 

5. Tidak mudah menyerah.
Nabi Muhammad SAW tak mudah meyerah dan terus berusaha meski berikan cobaan bertubi-tubi. “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87). (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD