AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Izinkan Namanya Dicatut Jadi Merek, Ridwan Kamil: Silakan, Asal Bisnisnya Sesuai Syariah

SYARIAH
Agung bakti sarasa
Kamis, 25 November 2021 07:25 WIB
Gubernur Ridwan Kamil mengizinkan namanya dipakai untuk merek, asalnya bisnis UMKM terkait sesuai etika syariah.
Izinkan Namanya Dicatut Jadi Merek, Ridwan Kamil: Silakan, Asal Bisnisnya Sesuai Syariah (Dok: Pemprov Jabar)
Izinkan Namanya Dicatut Jadi Merek, Ridwan Kamil: Silakan, Asal Bisnisnya Sesuai Syariah (Dok: Pemprov Jabar)

IDXChannel - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mempersilakan namanya dipakai masyarakat untuk merek produk UMKM sebagai bentuk dukungannya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Salah satu syarat yang dipatok oleh Ridwan Kamil adalah bisnis UMKM yang akan memakai namanya tersebut wajib sesuai etika syariah

"Kalau menganggap nama saya bisa meningkatkan bisnis UMKM, silakan dipakai," ujar Ridwan Kamil dalam Tepas Vol 11 di Anjungan Jabar, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu juga mengatakan, tidak mengharapkan royalti dari penggunaan namanya itu. Namun, Kang Emil memberi dua syarat bagi UMKM yang akan menggunakan namanya, yakni memberitahu dirinya terlebih dahulu dan bisnisnya harus sesuai etika syariah.

"Syaratnya cuma dua karena nama saya mau dipakai, yaitu laporan dulu dan bisnisnya harus yang sesuai etika syariah, jangan namanya untuk karaoke plus Ridwan Kamil," tutur Kang Emil. 

Menurutnya, sejauh ini, sudah ada 25 UMKM yang melapor menggunakan namanya. Beberapa contoh UMKM yang menggunakan namanya, seperti Keripik Pedas Kang Emil, Toko Galon Ridwan Kamil, Tukang Cukur Kang Emil Bandung Juara, Sate Tusuk Ridwan Kamil, hingga Cimol Kang Emil.

"Saya catat sudah ada 25 UMKM yang pakai nama saya," ujar Kang Emil.

Tidak hanya itu, Kang Emil juga membantu memasarkan produk UMKM lewat media sosialnya yang memiliki belasan juta pengikut. Bahkan, dia pun turut mendesain produk UMKM, seperti sepatu, celana jeans, helm, jaket, dan produk lainnya gratis.

"Saya juga jadi marketingnya, saya posting di Instagram yang followernya 14 juta dan bantu juga untuk desain produknya," ungkapnya.

Dukungan kongkret lainnya, yakni dari sisi anggaran. Pemprov Jabar, kata Kang Emil, memberikan bantuan anggaran untuk UMKM lewat program One Pesantren One Product (OPOP).

"Sudah hampir 2.000 pesantren sekarang punya usaha," sebut dia. 

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, sebanyak 2,6 juta UMKM di Jabar telah terkoneksi digital dan terbanyak se-Indonesia. Bahkan, kata Kang Emil, Bank Indonesia pun memberikan penghargaan untuk Jabar sebagai daerah terbaik dalam pengembangan ekonomi digital.

"UMKM terbanyak di Indonesia ada di Jabar, 2,6 juta dalam setahun terdaftar. Artinya, emak-emak di kampung pun suatu hari jualan tidak cash, tapi pake QR code," kata Kang Emil.

Kang Emil menekankan bahwa ekonomi Jabar bukan ekonomi konglomerat melainkan ekonomi UMKM yang persentasenya mencapai 90 persen.

"Makanya setiap kegiatan UMKM saya selalu dukung lahir batin buat karena menggerakan ekonomi kerakyatan," ujar Kang Emil.

Dalam acara Tepas Vol 11 ini, Kang Emil juga berkesempatan meresmikan gerai Dekranasda Jabar bernama Kerabat Store di Anjungan Jabar. Sebanyak 184 produk UMKM Jabar mangkal di Kerabat Store dan dijual pula secara online.

"Semoga laku keras secara toko maupun digital," katanya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD