“Mereka terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, dan unsur layanan lainnya yang akan memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jamaah berjalan maksimal,” tutur dia.
Menutup keterangannya, Maria mengajak seluruh jamaah untuk saling peduli dan saling membantu selama menjalani puncak ibadah haji.
“Jika melihat jamaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat. Semoga seluruh jamaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” kata Maria.
(kunthi fahmar sandy)