“Di Masjid Nabawi terdapat lima pos Linjam yang siaga 24 jam penuh untuk melayani dan melindungi jamaah,” katanya. Ali mengimbau jamaah agar tidak berangkat sendirian saat menuju masjid, melainkan menggunakan sistem berpasangan atau rombongan kecil (buddy system).
Hal ini untuk menghindari jamaah terpisah dari rombongan dan memudahkan saling membantu jika terjadi kendala di lapangan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga identitas jamaah, khususnya kartu Nusuk, agar selalu melekat dan tidak tertinggal di hotel.
“Jangan sampai kartu Nusuk hilang atau tertinggal, karena itu penting untuk kelancaran ibadah,” kata dia. Dengan kesiapan personel dan sistem pengamanan yang terstruktur, Linjam Daker Madinah berharap jamaah haji Indonesia dapat beribadah dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk di Masjid Nabawi maupun selama mobilitas di Madinah.
(kunthi fahmar sandy)