AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Kemenag: Tes PCR-Antigen Hanya bagi Jamaah Sakit dan Bergejala Covid-19

SYARIAH
Widya Michella
Rabu, 20 Juli 2022 08:12 WIB
Kemenag ungkap tes antigen PCR hanya diberikan bagi beberapa jamaah haji Indonesia yang tiba di Tanah Air, khususnya bagi yang sakit dan gejala Covid.
Kemenag: Tes PCR-Antigen Hanya bagi Jamaah Sakit dan Bergejala Covid-19 (Dok.MNC)
Kemenag: Tes PCR-Antigen Hanya bagi Jamaah Sakit dan Bergejala Covid-19 (Dok.MNC)

IDXChannel - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menyebut  tes antigen dan PCR hanya diberikan bagi beberapa jamaah haji Indonesia yang tiba di Tanah Air. Utama bagi jamaah sakit dan mereka yang terindikasi gejala covid-19. 

Hal ini menjadi sebagai respons atas 14 orang dari lebih 11 ribu jamaah haji Indonesia yang dilaporkan positif Covid-19 ketika dilakukan tes PCR setibanya di Tanah. Pernyataan ini disampaikan Himan Latief di Makkah, Selasa (19/7/2022).

"Sampai saat ini kita belum mengeluarkan kebijakan untuk tes kepada seluruh jamaah, sebagaimana skenario dulu bahwa tes mungkin dilakukan bagi jamaah yang kedapatan sakit atau mendapatkan gejala-gejala yang memiliki indikasi sama dengan Covid,"kata Hilman dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu,(20/07/2022) 

"Selama jamaah itu sehat walafiat dan segar bugar, kita tidak melakukan tes hingga saat ini,”ujarnya.

Usai tiba di Indonesia,lanjut Himan tidak semua embarkasi  melakukan tes antigen terhadap seluruh jamaah haji. Meski demikian, sudah ada edaran dari Kementerian Kesehatan agar jamaah yang sudah sampai ke Indonesia dapat mengontrol kesehatan dirinya. 

Walaupun tidak ada karantina namun jamaah kata Himan tetap dipantau perkembangan kesehatannya di daerah masing-masing selama 21 hari.

“Bila ada gejala-gejala, langsung bisa ke tenaga kesehatan,” ujar Hilman. 

Hilman juga melihat bahwa negara lain yang mengirimkan jemaah haji juga menerapkan sistem dan protokol kesehatan yang sama. “Jadi, insya Allah, ikhtiar ini bisa membatasi orang yang kena Covid,” tuturnya.

Meski demikian, Hilman mengimbau kepada jamaah yang akan kembali ke Indonesia, untuk selalu menjaga stamina tubuh dan diminta untuk tidak terlalu kelelahan. Sebab, hal itu dapat menurunkan imunitas.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD