IDXChannel - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
Opsi tersebut menjadi salah satu langkah yang tengah dikaji untuk menekan biaya penerbangan yang saat ini menjadi komponen terbesar dalam pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj RI Ian Heriawan mengatakan pemerintah masih melakukan negosiasi dengan maskapai untuk mendapatkan biaya penerbangan yang lebih efisien. Negosiasi telah dilakukan berulang kali, baik melalui pertemuan langsung maupun secara daring.
“Kita sudah negosiasi berulang-ulang. Kita melakukan rapat offline, online juga. Terus kita upayakan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ada finalisasi,” ujar Ian dikutip Selasa (22/9/2026).
Menurut Ian, komponen penerbangan memiliki porsi sekitar 40 persen dari keseluruhan BPIH. Besarnya porsi tersebut membuat ruang efisiensi pada biaya penerbangan akan sangat menentukan besaran akhir BPIH.