"Di Aceh bagus ya. Aceh itu selain istimewa, jamaah hajinya juga istimewa. Karena ini Serambi Mekkah. Pelayanan teman-teman di asrama, di Kakanwil, juga jauh lebih baik. Banyak perubahan-perubahan mendasar juga ikut dilakukan di Aceh," ujarnya.
Menurut Dahnil, peningkatan pelayanan tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.
Pada kesempatan itu, Dahnil juga menyampaikan duka cita atas wafatnya 19 jamaah haji Aceh, baik di Tanah Suci maupun setelah kembali ke Tanah Air.
"Dan tentu kami turut berdukacita terhadap jamaah haji yang wafat, baik di Tanah Suci maupun yang di Tanah Air, yang jumlahnya ada sekitar 19 orang. Mudah-mudahan beliau-beliau semuanya, almarhum dan almarhumah, husnulkhatimah," tuturnya.
Dengan tibanya Kloter 14 sebagai kelompok terbang terakhir, seluruh proses operasional haji Debarkasi Aceh (BTJ) tahun 2026 resmi berakhir setelah seluruh jemaah berhasil diberangkatkan dan dipulangkan melalui Embarkasi Aceh.
(kunthi fahmar sandy)