Sementara itu, pendapatan usaha lain tumbuh 37 persen menjadi Rp124,5 miliar. Segmen ini didukung oleh pendapatan imbalan jasa perbankan Rp106,9 miliar serta keuntungan atas penjualan surat berharga Rp17, miliar.
Bank Aladin mencatat efisiensi di mana beban operasional turun 22 persen menjadi Rp115,5 miliar. Namun, Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) meningkat dari 88,28 persen menjadi 194,15 persen.
Selain itu, Bank Aladin mencatat kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) di mana rasionya terhadap aset produktif naik dari 0,79 persen menjadi 1,04 persen.
Sementara itu, kualitas kredit memburuk dengan Non Performing Financing (NPF) gross meningkat dari 0,08 persen menjadi 0,48 persen. Namun, angka ini masih jauh di bawah ketentuan regulator.
Hingga 30 Maret 2026, laba bersih Bank Aladin mencapai Rp23,3 miliar. Angka ini turun 30 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp33,5 miliar.