AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20096.96
-0.37%
-74.31
N225
26703.31
0.1%
+25.51
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Lima Pilihan Investasi Syariah 2022

SYARIAH
Mohammad Yan Yusuf
Jum'at, 22 April 2022 13:39 WIB
Beberapa pilihan investasi syariah 2022 ini akan mencerahkan Anda dalam mengumpulkan pundi pundi penghasilan. 
Lima Pilihan Investasi Syariah 2022. (Foto : MNC Group_
Lima Pilihan Investasi Syariah 2022. (Foto : MNC Group_

IDXChannel - Beberapa pilihan investasi syariah 2022 ini akan mencerahkan Anda dalam mengumpulkan pundi pundi penghasilan. 

Tentunya pilihan investasi syariah 2022 ini akan membuat investasi aman, sebab sistem syariah tertanam dalam investasi ini.

Lalu apa saja pilihan investasi syariah 2022? Simak penjelasan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber :

1. Saham Syariah

Investasi yang aman saat ini adalah saham. Seperti diketahui. Saham saat ini sedang banyak diminati karena keuntungan yang didapatkan terbilang besar. 

Tak terkecuali saham syariah yang diketahui tidak bertentangan dengan prinsip syariah Islam. 

Saham syariah tercatat dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada berbagai screening yang dilakukan dalam menentukan saham masuk dalam kategori syariah dan melalui pengawasan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). 

Lewat ini juga, sudah dipastikan sistem yang dianut mengedepankan prinsip syariah. Dengan demikian, saham syariah bisa menjadi salah satu alternatif investasi syariah untuk pemula yang memberikan keuntungan cukup besar.

2. Obligasi Syariah atau Sukuk

Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN), Sukuk atau Obligasi Syariah merupakan surat berharga jangka panjang yang berprinsip syariah. 

Surat berharga ini dikeluarkan oleh emiten kepada pemegang surat obligasi sebagai bentuk bagi hasil dan pembayaran kembali dana obligasi dilakukan dalam tempo tertentu. 

Tercatat ada beberapa jenis sukuk berdasarkan penerbitannya yang menjadi pilihan investasi syariah untuk pemula. 

Selain secara konvensional ada juga beberapa jenis penerbitan sukuk berdasarkan akad yang dilakukan yaitu :

  • Sukuk musyarakah yakni sukuk yang menggunakan akad musyarakah atau musyawarah dari dua pihak atau lebih yang akan mengumpulkan modal untuk membantu usaha dengan keuntungan dan kerugian ditanggung bersama.
  • Sukuk mudharabah yakni sukuk yang menggunakan akad mudharabah antara dua pihak dimana satu pihak berperan sebagai pemilik modal  dan pihak lainnya berperan sebagai pihak penyedia tenaga ahli.
  • Sukuk ijarah yakni sukuk yang menggunakan akad ijarah dimana satu pihak bertindak sendiri kemudian menjual/menyewakan hak manfaat atas suatu aset kepada pihak lain berdasarkan harga sewa dan periode sewa yang disepakati.
  • Sukuk istishna yakni sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian istishna antara pihak penjual dan pembeli yang melakukan kesepakatan terkait proses jual beli proyek atau aset. 

3. Reksa Dana Syariah

Bagi yang ingin memulai dengan risiko minim, bisa mencoba reksa dana syariah. Seperti halnya reksa dana konvensional, profil risiko reksa dana syariah juga dinilai lebih rendah jika dibandingkan dengan saham. 

Karena itu, reksa dana syariah menjadi salah satu investasi syariah yang cocok untuk pemula. Dalam PJK nomor 19/POJK.04/2015, reksa dana syariah merupakan pasar modal yang pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Seperti halnya dalam reksa dana konvensional, reksa dana syariah juga dikelola oleh manajer investasi. 

Tentunya, manajer investasi ini akan menghimpun dana dari para investor yang menanamkan modalnya, baik pada instrumen saham, pasar uang, pendapatan tetap, atau campuran sesuai dengan prinsip syariah Islam. Pada pelaksanaannya, reksa dana syariah harus memenuhi ketentuan akad, cara pengelolaan, dan portofolio yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.    

4. Deposito Syariah

Deposito syariah merupakan tabungan berjangka yang diberikan dan dikelola oleh bank dengan prinsip syariah. Hal yang membedakan deposito syariah dengan deposito konvensional adalah keuntungan yang didapatkan. 

Dalam deposito syariah, keuntungan yang akan didapatkan oleh nasabah adalah keuntungan yang tidak berbunga. Nasabah akan mendapatkan keuntungan berupa bagi hasil dari penempatan dana ke produk usaha yang halal dan sesuai dengan prinsip syariah Islam.

5. Emas

Emas merupakan investasi yang tak ada matinya. Dari zaman dulu, emas sangat diminati karena dinilai dapat menjaga nilai kekayaan. Selain risiko yang rendah, investasi emas juga diminati karena aman dan kecenderungan harganya selalu naik meski harus menunggu dalam jangka waktu tertentu. 

Berdasarkan ketentuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) emas dapat dikatakan investasi syariah apabila dalam transaksinya emas yang diinvestasikan benar-benar ada.  

Selain itu, emas tidak boleh diperjualbelikan dengan skema ponzi yang dinilai berbahaya. Emas bisa diperjualbelikan secara kredit dengan catatan harga jualnya tetap sama selama masa perjanjian. 

Itulah pilihan investasi syariah 2022 yang bisa Anda coba. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan menambah wawasan Anda. 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD