AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Melihat Jiwa Kartini dari Sosok Ustadzah Lil

SYARIAH
Tim IDXChannel
Minggu, 22 Mei 2022 15:29 WIB
Laznas PPPA Daarul Qur'an ungkap Ustadzah Lil mewakili perempuan dengan jiwa Kartini masa kini.
Melihat Jiwa dan Semangat Kartini dari Sosok Ustadzah Lil (Dok.Daarul Quran)
Melihat Jiwa dan Semangat Kartini dari Sosok Ustadzah Lil (Dok.Daarul Quran)

IDXChannel - Kartini di masa kini bisa dilekatkan pada wanita tangguh yang memperjuangkan prinsip dan nilai-nilai luhur. Bagi Laznas PPPA Daarul Qur'an sosok tersebut tergambar pada diri Ustadzah Irham Fidrotur Rahmah. 

Wanita asal Probolinggo itu adalah pemilik sekaligus pengajar di Rumah Tahfidz Amanah. Ustadzah Lil, begitu sapaan akrabnya, telah mengajar di Rumah Tahfidz tersebut sejak 7 tahun lalu.

Namun, ceritanya berubah ketika sang suami yakni Ustadz Su’udi wafat. Suaminya meninggal dunia akibat terjangkit Covid-19 pada 2021 silam.
Padahal, suaminyalah yang menemaninya dalam membangun Rumah Tahfidz Amanah dan mendidik anak-anak mereka menjadi penghafal Al-Qur'an. Namun, Ustadzah Lil harus ikhlas melepas sang suami untuk selamanya.

Sejak saat itu Ustadzah Lil membesarkan keempat anaknya seorang diri. Selepas meninggalnya sang suami, ia bersama keempat anaknya tinggal bersama orang tuanya untuk sementara waktu sebelum kembali ke Rumah Tahfidz.
Meski diselimuti duka, Ustadzah Lil memiliki permata yang ia yakini menjadi penolong bagi suaminya di akhirat. Permata tersebut tidak lain adalah anak-anaknya sendiri. 

Mereka adalah Fardan (13) yang duduk di kelas 1 SMP dan sudah menghafal Juz 30. Ada juga Davin (8) yang telah belajar Al-Qur’an sejak usia 3 tahun dan sudah hafal Juz 30. Fardan memiliki cita-cita ingin menjadi seorang arsitek, sedangkan Davin ingin menjadi Polisi. Juga kedua anaknya lagi yang dididik dengan Al-Qur'an.
Dengan berbekal khidmatnya kepada Al-Qur'an, Ustadzah Lil ingin mewujudkan semua impian besar anak-anaknya. Ia yakin Al-Qur'an akan mengangkat derajat mereka di dunia dan akhirat.

“Semoga saya bisa mewujudkan cita-cita anak-anak dan mendidik mereka semua menjadi penghafal Al-Qur’an sesuai dengan impian ayahnya,” tutur Ustadzah Iil. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD