Jika zakat, infak, wakaf, fidyah, dam, kurban, dan berbagai instrumen sosial lainnya dihimpun secara sistematis, nilainya bisa sangat besar dan berdampak luas.
“Dana umat yang selama ini tidur dan mengendap, kalau digarap bisa mendekati kekuatan fiskal negara. Tahun lalu APBN kita sekitar Rp1.800 triliun. Dana umat bisa mencapai Rp1.200 triliun. Kalau 50 persen saja bisa dihimpun, itu sudah Rp600 triliun per tahun. Ini potensi luar biasa,” katanya.
(kunthi fahmar sandy)