“Tanggung jawab kita bersama adalah memastikan pengelolaan keuangan haji benar-benar akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Kementerian Haji dan Umrah akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran. Kita memiliki Direktorat Jenderal Pengendalian dan Inspektorat Jenderal yang akan bekerja penuh mengawal integritas penyelenggaraan haji,” ujarnya.
Menhaj menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh jajaran memiliki komitmen dan niat yang sama untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
"Untuk mengelola dana umat. Tolong dikelola sebaik-baiknya dan serapi-rapinya. Saya yakin dan percaya, niat kita sama: menghadirkan penyelenggaraan haji yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan jamaah,” tutur dia.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia juga berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi, pembinaan, serta pengawasan terhadap seluruh satuan kerja, guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M berjalan optimal dan memberikan layanan terbaik bagi jamaah sebagai tamu-tamu Allah.
"Penguatan tata kelola, integritas aparatur, serta orientasi layanan kepada jamaah menjadi fondasi utama dalam pengelolaan anggaran operasional haji," ujar dia.