AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Menkeu Harap Ahli Syariah Bisa Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

SYARIAH
Rina Anggraeni/Sindonews
Selasa, 06 April 2021 17:58 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berharap agar para ahli syariah turut membantu memulihkan ekonomi nasional pasca-pandemi Covid-19.
Menkeu Harap Ahli Syariah Bisa Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berharap agar para ahli syariah turut membantu memulihkan ekonomi nasional pasca-pandemi Covid-19. Harapan itu dia sampaikan saat berjumpa dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) secara virtual.

"Saya berharap (acara) ini bisa menjadi tempat bagi kita untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan sekaligus mencari ikhtiar solusi bagi bangsa Indonesia. Hal seperti ini saya harap akan mengisi banyak sekali pembahasan di ikatan ahli ekonomi Islam Indonesia, sehingga kita memiliki para ekonom-ekonom Islam yang memiliki kemampuan teknis, kemampuan analitis, dan juga pada akhirnya berkontribusi di dalam perekonomian kita," jelas Menkeu dalam video virtual, Selasa (6/4/2021)

Menkeu menjelaskan perekonomian Indonesia menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19. Berbagai langkah kebijakan extraordinary diambil oleh Pemerintah dalam rangka untuk meredam dampak Covid-19 agar tidak mengakibatkan kontraksi perekonomian yang lebih dalam.

"Berbagai langkah kebijakan responsif Pemerintah itu terangkum di dalam satu program yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," katanya

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa program PEN telah dimulai sejak tahun 2020 dan dilanjutkan pada tahun ini. Program PEN pada tahun 2021 difokuskan pada lima kluster yaitu bidang kesehatan,  perlindungan sosial, program prioritas, dukungan bagi UMKM dan korporasi, serta insentif bagi dunia usaha.

"Kontribusi dari ekonomi dan keuangan syariah menjadi penting dalam konteks ini, tapi tidak terpisahkan dan tidak eksklusif. Karena itu, saya ingin mengajak di dalam konteks pemahaman mengenai (PEN) ini sekarang kita berpikir bagaimana kontribusi dari ekonomi dan keuangan syariah dalam pemulihan ekonomi kita," tutup Menkeu. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD