AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Omicron Merajalela, Pemerintah Akan Batasi Keberangkatan Umrah 

SYARIAH
Binti Mufarida
Minggu, 16 Januari 2022 19:50 WIB
Jubir Wapres Masduki Baidlowi menegaskan bahwa umrah akan sangat-sangat dibatasi terlebih dahulu di tengah lonjakan kasus Omicron.
Omicron Merajalela, Pemerintah Akan Batasi Keberangkatan Umrah  (Dok.MNC Media)
Omicron Merajalela, Pemerintah Akan Batasi Keberangkatan Umrah  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Juru Bicara Wakil Presiden (Wapres) Masduki Baidlowi menegaskan bahwa umrah akan sangat-sangat dibatasi terlebih dahulu di tengah lonjakan kasus Omicron. Hal ini sesuai dari hasil rapat terbatas (ratas) di Istana Negara (16/1). 

Masduki mengatakan dalam ratas itu Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyinggung soal pemberangkatan umrah. Namun, belum ada keputusan pasti akan dibuka untuk pemberangkatan umrah atau tidak. Meskipun kecenderungannya dapat disimpulkan bahwa Umrah dibatasi.

“Wapres tadi memang menyinggung soal umrah ya. Tetapi belum ada sebuah keputusan pasti mengenai dibuka atau tidak. Tapi kecenderungannya, tadi disimpulkan ke luar negeri itu termasuk umrah akan sangat-sangat dibatasi terlebih dahulu,” tegas Masduki saat melakukan dialog secara virtual dengan media, Senin (16/1/2022).

Apalagi, kata Masduki Omicron melonjak sehingga disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri karena sangat berbahaya.

“Disarankan untuk tidak pergi ke luar negeri untuk saat ini, karena sangat berbahaya,” katanya. 

 

Selain itu, Masduki mengatakan bahwa puncak Omicron diperkirakan pada akhir Februari dan awal Maret. “Saat ini kita harus mengantisipasi puncak dari Omicron ini di akhir Februari dan pertengahan, awal Maret,” ungkap Masduki. 

Sehingga, harus berhati-hati untuk menghadapi lonjakan kasus akibat Omicron ini agar tidak terjadi lagi lonjakan kasus seperti di bulan Juni, Juli akibat varian Delta. 

“Dan kita berhati-hati menghadapi untuk itu supaya tidak terjadi lagi kasus-kasus di bulan Juni, Juli untuk Alpha dan Delta,” jelas Masduki. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD