AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Omzet Pedagang Kurma dan Oleh-oleh Haji Merosot 95 Persen

SYARIAH
Shelma Rachmahyanti
Rabu, 19 Januari 2022 17:10 WIB
Pandemi covid-19 yang berkepanjangan membuat omzet para pedagang kurma dan oleh-oleh haji merosot tajam hingga 95 persen.
Omzet Pedagang Kurma dan Oleh-oleh Haji Merosot 95 Persen (FOTO: Dok MNC Media)
Omzet Pedagang Kurma dan Oleh-oleh Haji Merosot 95 Persen (FOTO: Dok MNC Media)

IDXChannel - Pandemi covid-19 yang berkepanjangan membuat omzet para pedagang kurma dan oleh-oleh haji merosot tajam hingga 95 persen. Apalagi, pandemi membuat pemerintah tidak memberangkatkan umrah dan haji dari Indonesia.

“Selama pandemi ini cukup banyak cobaan dari semua lini. Termasuk kami pedagang oleh-oleh haji yang memang bergantung hanya dari jamaah umrah dan haji. Di mana, dari omzet 100 persen turun hingga hanya 5 persen,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kurma dan Oleh-Oleh Haji Indonesia (APKOHI) Heriyanto saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Untuk bertahan di tengah pandemi, para pedagang hanya mengandalkan pendapatan yang ada. Di mana, sudah banyak pedagang yang memilih untuk gulung tikar.

“Dari awal bertahan kita sudah banyak menggunakan biaya dari sewa, karyawan, bahkan untuk sehari hari pun kami menggunakan omzet yang ada. Ada yang tidak kuat mau tidak mau efiensi, ada tokonya tutup dulu untuk menghindari biaya cost yang tinggi, ada juga pengurangan karyawan, bahkan tidak sedikit yang sampai menjual aset-aset pribadi,” kata dia.

Kemudian, kata Heriyanto, selama pandemi juga banyak pedagang yang memilih berganti profesi. Selain itu, juga banyak yang bertransformasi dari berjualan offline menjadi online untuk tetap bertahan.

“Banyak juga yang bertransformasi dari offline ke online. Di sini banyak sekali yang melakukan ini demi bertahan. Sebenarnya online sudah ada dari dulu juga, dan memang dia hanya online tapi scope-nya hanya konsumsi harian saja (ritel),” ucapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, bahwa selama pandemi hanya penjualan online saja yang meningkat. Adapun beberapa produk oleh-oleh haji dan umrah ini seperti herbal dan kurma sangat dibutuhkan masyarakat untuk menambah stamina.

“Produk oleh-oleh haji ini dari herbal dan kurma yang sangat dibutuhkan untuk asupan stamina dan imun tubuh, jadi pada beralih ke online. Sebenarnya tidak bisa menutupi produk lainnya, karena yang laku hanya produk-produk tertentu saja herbal dan kurma yang lumayan trust-nya,” jelas Heriyanto. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD