AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Pasar Modal Syariah Alami Pertumbuhan Lima Tahun Terakhir, Ini Penjelasannya

SYARIAH
Shifa Nurhaliza
Selasa, 06 April 2021 13:21 WIB
Total aset pasar modal Syariah pada tahun 2015 ke 2019 mengalami kenaikan sebesar 56,51 persen.
Pasar Modal Syariah Alami Pertumbuhan Lima Tahun Terakhir, Ini Penjelasannya. (Foto: MNC Media)

IDX Channel – Pasar modal Syariah mengalami pertumbuhan yang positif selama 5 Tahun terakhir. Total aset pasar modal Syariah pada tahun 2015 ke 2019 mengalami kenaikan sebesar 56,51 persen.

Menurut Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fawzi, sangat optimis jika pasar modal Syariah akan terus bertumbuh dikarenakan tercatatnya jumlah saham Syariah yang terus mengalami peningkatan yang signifikan.

“Kita mencatat di 2016 baru tercatat 331 saham Syariah, sementara perkembangan terakhir, terakhir Maret 2021 sudah ada 434 saham yang tercatat sebagai saham Syariah. Atau mengalami peningkatan 31 persen," ungkap Hasan dalam Webinar IDX Channel Sharia Fair 2021, Selasa (6/4/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Trimegah Asset Management, Antony Dirga, mengatakan selama ini Trimegah Asset mendapatkan demand yang cukup baik dalam produk Syariah.

"Terdapat perkembangan pada reksadana Syariah dan reksadana Syariah terlihat cukup diminati masyarakat. Perkembangan di-demand untuk reksadana Syariah kami, di Trimegah Asset cukup sejalan dengan perkembangan yang kita lihat di pasar yang terjadi pada saat ini,” kata Antony.

Namun demikian, Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia, Samsul Hidayat, menyampaikan  beberapa perusahaan yang telah melakukan aksi IPO di tahun 2020 sebagian besar adalah saham Syariah. 

“Ini secara terseluruhan, company-company yang IPO bisa dikatakan terlepas dari persyaratan menjadi saham Syariah. Sebagian besar adalah saham saham yang termasuk kategori saham Syariah," tandasnya. (TYO)

(Ditulis oleh: Annisa Winona)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD