AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

OJK Sebut Aset Pasar Modal Syariah Tembus Rp1.077,62 Triliun di Januari 2021

SYARIAH
Shifa Nurhaliza
Selasa, 06 April 2021 13:09 WIB
Dimana jumlah saham Syariah mengalami peningkatan yang sangat signifikan, pada 2015 terdapat 318 saham syariah
OJK Sebut Aset Pasar Modal Syariah Tembus Rp1.077,62 Triliun di Januari 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Industri Keuangan Syariah Indonesia dari tahun ke tahun terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Menurut catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), selama 5 tahun terakhir pasar modal syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif. 

Dimana jumlah saham Syariah mengalami peningkatan yang sangat signifikan, pada 2015 terdapat 318 saham syariah, kemudian meningkat di Januari 2021 menjadi 426 saham syariah atau sekitar 60% dari total saham yang tercatat di BEI. 

“Secara umum lembaga keuangan syariah Indonesia hingga Januari 2021 tumbuh cukup tinggi yaitu sebesar 24,54% yoy, dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar 22,79% yoy, dan pada 2019 sebesar 13,84% yoy dengan nominal mencapai Rp1.823,13 triliun atau USD129,45 miliar,” ungkap Ketua Dewan Komisaris OJK Wimboh Santoso dalam Webinar IDX Channel Sharia Fair 2021, Selasa (6/4/2021). 

Pencapaian tersebut, sebanyak 59% diantaranya merupakan aset pasar modal Syariah yaitu sejumlah Rp1.077,62 triliun. 

“Secara umum dapat digambarkan bahwa pada perbankan syariah, asetnya sebesar Rp600,99 triliun, sementara Pasar Modal Syariah terdapat Rp1.077,62 triliun. Sementara aset dari industri keuangan non bank syariah sebesar Rp115,83 triliun,” ucap dia. 

Namun demikian, di tengah kontraksi kredit perbankan nasional yang minus sebesar 1,84% per Januari 2021, pembiayaan Bank Umum Syariah justru masih tumbuh positif yakni naik 8, 19% secara tahunan dengan ketahanan permodalan yang memadai yaitu CAR sebesar 21,80%. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD