Terbaik di Dunia, Ini Potensi Pasar Modal Syariah Indonesia
Market News
Fahmi Abidin
Jumat, 18 Oktober 2019 17:45 WIB
Islamic Capital Market (ICM) memiliki peluang untuk menjadi besar dan menarik minta investor.
Terbaik di Dunia, Ini Potensi Pasar Modal Syariah Indonesia. (Foto: Ist)

IDXChannel – Islamic Capital Market (ICM) memiliki peluang untuk menjadi besar dan menarik minta investor. Tahap pertama yang bisa dilakukan untuk mengembangkan ICM adalah edukasi terhadap investor pasar modal.

Diakui oleh Mian Muhammed Nazir, Chief Executive Officer of Dar Al Sharia, the world’s leading Islamic finance advisory firm di acara The Challenges of Developing Islamic Capital Market in The Future, di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (18/10) , Indonesia memiliki potensi besar pasar modal syariah terbaik karena peningkatan investor dan tingkat edukasinya sangat baik.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset keuangan syariah Indonesia per Juli 2019 mencapai Rp1.359 triliun atau berkontribusi sebesar 8,7 persen dari total aset industri keuangan nasional, aset tersebut belum termasuk dengan saham syariah.

“Dari total aset industri keuangan syariah tersebut, pasar modal syariah berkontribusi paling besar yaitu sebesar 56,2 persen, disusul perbankan syariah sebesar 36,3 persen, dan industri keuangan non-bank syariah sebesar 7,5 persen,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen saat pembukaan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) 2019 di Yogyakarta, Selasa (15/10).

Hoesen menjelaskan sektor perbankan yang lebih awal berkembang kini memiliki 14 Bank Umum Syariah (BUS), 20 Unit Usaha Syariah (UUS) dan 165 Badan Perkreditan Rakyat Syariah (RBPRS). Total aset perbankan syariah per Juli 2019 telah mencapai Rp494,04 triliun atau 5,87 persen dari total aset perbankan Indonesia.

Untuk sektor pasar modal syariah, per 20 September 2019, jumlah saham syariah mencapai 425 saham dengan nilai kapitalisasi sebesar Rp3.834 triliun atau sebesar 53,6 persen dari seluruh saham yang tercatat di pasar modal.

Sementara itu jumlah outstanding Sukuk korporasi dan sukuk negara telah mencapai 211 sukuk dengan nilai Rp737,49 triliun atau sebesar 14,89 persen dari total nilai outstanding surat utang korporasi dan negara. Selain itu, saat ini terdapat 266 Reksa Dana Syariah dengan total Nilai Aktiva Bersih mencapai Rp55,99 triliun atau 10,16 persen dari total NAB Reksa Dana.

“Total aset di industri keuangan non-bank syariah mencapai Rp101,87 triliun atau 4,27 persen dari total aset di industri keuangan non-bank Indonesia,” kata Hoesen.

Melihat data tersebut, maka tidak heran jika Mian menyebutkan bahwa potensi pasar modal syariah Indonesia sangat besar, tidak hanya karena memiliki populasi muslim terbesar di dunia tapi juga industri yang terus maju dan berkembang.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah menargetkan Indonesia menjadi salah pemain utama ekonomi Syariah dunia dalam 5 tahun mendatang. Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) memperkirakan ekonomi Syariah global diperkirakan akan mencapai USD3 triliun pada 2023.

Indonesia merupakan salah satu contoh negara yang memiliki perkembangan yang cukup baik, hal itu terbukti dari penghargaan The Best Islamic Capital Market Award 2019  yang diterima BEI dari di ajang Internasional Global Islamic Finance Award (GIFA) Award 2019. (*)

Baca Juga