Pasar Modal Syariah di Indonesia Terus Berkembang, Ini Kata KSEI
Market News
Fahmi Abidin
Jumat, 18 Oktober 2019 17:00 WIB
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berusaha meningkatkan kenyamanan berinvestasi bagi investor syariah.
Pasar Modal Syariah di Indonesia Terus Berkembang, Ini Kata KSEI. (Foto: Ist)

IDXChannel – Sadari perkembangan pasar modal global dari sisi produk maupun infrastuktur yang terus meningkat, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berusaha meningkatkan kenyamanan berinvestasi bagi investor syariah.

Dikatakan Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo, pada acara The Challenges of Developing Islamic Capital Market in The Future, di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (18/10), nilai kapitalisasinya saat ini mencapai Rp Rp3.800 triliun atau sekitar 54% dari keseluruhan kapitalisasi saham.

“Sementara untuk surat utang tersebut 189 Sukuk ataupun SBN yang tercatat di KSEI dengan nilai mencapai Rp75 triliun,” tambahnya soal pasar modal syariah di Indonesia.

Sejatinya Indonesia merupakan negara pertama yang menerbitkan Green Sukuk atau surat berharga yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah. Berdasarkan data Islamic Finance Development Indicator Report, Indonesia masuk tiga besar negara yang menguasai pasar sukuk global.

“Dari sisi demand, jumlah investor syariah yang berinvestasi melalui 15 perusahaan efek dengan syariah online kredit sistem (SOTS) berjumlah lebih dari 61.000 investor dan dalam skala terakhir tumbuh 90%,” imbuh Uriep.

Sekadar informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya telah mendapatkan penghargaan di ajang Internasional Global Islamic Finance Award (GIFA) Award 2019 untuk kategori The Best Islamic Capital Market Award 2019.

Tentunya, penghargaan tersebut merupakan yang tertinggi dalam industri pasar modal syariah global dan menjadi bentuk pengakuan industri keuangan syariah internasional terhadap Indonesia sebagai pasar modal syariah terbaik di dunia. (*)

Baca Juga