AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Punya Bisnis Ekspedisi, Konglomerat Muslim Ini Bakal Bangun 99 Masjid

SYARIAH
Intan Afika Nuur Aziizah
Senin, 08 November 2021 13:07 WIB
Pendiri sekaligus bos perusahaan ekspedisi JNE Djohari Zein yang mualaf bertekad untuk mendirikan 99 masjid.
Punya Bisnis Ekspedisi, Konglomerat Muslim Ini Bakal Bangun 99 Masjid (Dok.MNC Media)
Punya Bisnis Ekspedisi, Konglomerat Muslim Ini Bakal Bangun 99 Masjid (Dok.MNC Media)

IDXChannel -  Djohari Zein yang merupakan pendiri sekaligus bos perusahaan ekspedisi JNE resmi menjadi seorang mualaf usai bertemu pendamping hidupnya yang beragama Islam. 

Pria yang akrab disapa Jo ini sekarang menjadi seorang Muslim yang taat dan bertekad membangun 99 masjid. Tekadnya membangun 99 masjid itu sudah muncul sejak dirinya resmi menjadi mualaf. Djohari berniat menunjukkan persembahan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, yakni Sang Pencipta, sebagai bentuk cintanya terhadap Islam.

"Apa yang bisa kita lakukan untuk Allah ya dan kita juga tahu tidak pernah cukup ya. Rezeki yang kita terima itu luar biasa banyak ya. Tapi alangkah baiknya kalau kita bisa mempunyai program untuk persembahan untuk Yang Maha Kuasa, yang menciptakan kita," kata Djohari Zein, seperti dikutip dari kanal YouTube Cerita Untungs, Senin (8/11/2021).

Ide itu sempat tercetus saat dirinya berkesempatan umrah ke tanah suci Makkah. Di sana dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala seraya memohon agar diizinkan membangun sebuah masjid. Namun, dia justru mendapatkan jawaban untuk membangun 99 masjid. 

"Jadi kepikiranlah waktu itu setelah umrah, haji, dan sebagainya. Saya Alhamdulillah beberapa kali bisa umrah. Jadi, salah satu kali saya ke sana itu saya minta sama Allah, 'Kalau boleh izinkan saya bangun 1 saja masjid.' Jadi di situ pula saya mendapat jawaban, 'Jangankan 1, 99 pun juga bisa'," ujar Djohari.

Mendapat jawaban langsung, Djohari merasa bahwa hal tersebut adalah amanah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Dia pun akhirnya berani membangun 99 masjid meski usianya sudah 68 tahun.

"Lalu saya merasa: 'Wah ini tugas.' Jadi makanya saya berani untuk bangun 99 masjid, padahal umurnya 68, tapi bismillah," sambungnya.

Setelah kembali dari Tanah Suci, Djohari masih sibuk menjadi CEO dan belum mengurus pembangunan masjid tersebut. Pada 2016, ia menjadi komisaris dan memiliki waktu luang untuk melakukan berbagai hal. Djohari pun mendirikan beberapa perusahaan startup sebagai bisnis barunya. Tidak hanya mengeluarkan modal untuk komersial, dia pun membuat yayasan dan masjid yang sudah lama diniatkan.

"Kembali lagi, itu semua komersial. Saya ingat harus ada sosialnya. Fisiknya apa, ya sudah bikin yayasan dan bangun masjid. Alhamdulillah sudah dua masjid yang sudah kita bangun, masih rencana bangun yang ketiga," ujar Djohari.

 Tidak hanya ingin mendapatkan pahala sendiri, Djohari pun mengajak umat Muslim lainnya untuk ikut turun tangan dalam membangun yayasan. Menurutnya, yayasan tersebut disediakan sebagai wadah para umat Islam yang ingin berlomba-lomba masuk surga.

Di sisi lain, anggota keluarga pun berperan penting dalam kesuksesannya. Jo mengaku sempat mengorbankan waktunya untuk keluarga lantaran harus selalu hadir di kantor sebagai seorang direktur. Baginya, kondisi ekonomi serta kesejahteraan para karyawan pun juga harus dipikirkan.

"Bagi saya, ketika saya menjadi direktur, keluarga saya itu semua karyawan saya. Enggak cuma yang ada di rumah, ekonomi mereka saya pikirkan, kehidupan mereka, kesejahterannya juga. Kemudian saya menjadi ketua asosiasi juga, jadi semua orang di bidang logistik itu menjadi kepentingan saya," ujarnya. Setelah menjadi komisaris, Djohari kembali fokus mendidik sang anak agar bisa menjadi penerus perjuangannya kelak. Dia berharap sang anak bisa menjadi lebih sukses darinya. Kini, anak-anaknya pun sudah menjadi lulusan Strata 2 dan mulai membuka bisnis sendiri.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD