AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Sah, Emiten Lippo Group LPKR dan LPCK Masuk di Daftar Efek Syariah 

SYARIAH
Tim IDXChannel
Kamis, 05 Agustus 2021 16:13 WIB
PT Lippo Karawaci (LPKR) dan PT Lippo Cikarang (LPCK) masuk barisan Daftar Efek Syariah (DES).
Sah, Emiten Lippo Group LKPR dan LPCK Masuk di Daftar Efek Syariah  (Dok.MNC Media)
Sah, Emiten Lippo Group LKPR dan LPCK Masuk di Daftar Efek Syariah  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT Lippo Karawaci (LPKR) dan PT Lippo Cikarang (LPCK) masuk barisan Daftar Efek Syariah (DES). Itu berlaku efektif sejak 1 Agustus 2021 lalu. Itu ditegaskan dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: Kep-33/D.04/2021 tentang Daftar Efek Syariah. 

CEO LPKR John Riady pun memberikan respon positif dimana masuknya saham LPKR dan LPCK dalam DES karena dapat menjadi pilihan sekaligus acuan investor untuk berinvestasi sesuai prinsip syariah. ”Keputusan OJK memasukkan LPKR dan LPCK dalam DES juga merupakan tanda perseroan menjalankan tata kelola perusahaan (GCG) secara baik,” jelas John Riady lewat keterangan pers tertulisnya (4/8).

Berdasar keterangan OJK, saham LPKR dan LPCK masuk DES sektor properti. Itu kemudian bisa menjadi acuan investasi syariah. DES merupakan panduan investasi bagi pengguna DES. Misalnya, manajer investasi pengelola reksa dana syariah, asuransi syariah, dan investor mempunyai preferensi untuk berinvestasi pada efek syariah.
 
Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat siaran pers menyebut Efek syariah termuat dalam DES dimaksud meliputi 443 saham emiten, perusahaan publik, dan efek syariah lain. 

Rujukan data sebagai bahan dasar penelaahan penyusunan DES itu, dari laporan keuangan berakhir pada 31 Desember 2020. Lalu, data pendukung lain berupa data tertulis diperoleh dari emiten atau perusahaan publik.

Selain itu, DES juga menjadi referensi bagi penyedia indeks syariah. Seperti PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam menerbitkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), Jakarta Islamic Index 70 (JII 70), dan IDX-MES BUMN 17. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD