Lebih lanjut, dia mengatakan industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang perlu melakukan penyesuaian untuk memenuhi ketentuan tersebut. Persyaratan halal mencakup asal bahan baku, proses produksi, penyelia halal, pelabelan, hingga kepatuhan di tingkat ritel.
Jika tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, produk berisiko ditarik dari peredaran dan merugikan pelaku usaha.
Di sisi lain, penyesuaian untuk memenuhi standar halal juga bisa menambah biaya produksi. Selain mengurus sertifikasi, pelaku usaha perlu memastikan bahan baku yang digunakan tercatat dengan baik, menyesuaikan proses produksi, hingga mengganti bahan tertentu jika belum memenuhi persyaratan.
Dari hal tersebut, tambahan biaya diteruskan kepada konsumen melalui kenaikan harga, daya beli masyarakat berisiko ikut tertekan.
Ekonom senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai pemerintah perlu memastikan kesiapan pelaku usaha dan memperjelas aturan sebelum kebijakan diterapkan.