AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Tidak Perlu Karantina di Arab, Jamaah Umrah Bisa Langsung Ibadah Asal Gunakan Vaksin Ini

SYARIAH
Ariedwi Satrio
Rabu, 01 Desember 2021 10:10 WIB
Jamaah ibadah umrah pengguna kriteria vaksin yang telah ditentukan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi boleh langsung beribadah di Mekkah.
Tidak Perlu Karantina di Arab, Jamaah Umrah Bisa Langsung Ibadah Asal Gunakan Vaksin Ini
Tidak Perlu Karantina di Arab, Jamaah Umrah Bisa Langsung Ibadah Asal Gunakan Vaksin Ini

IDXChannel - Jamaah ibadah umrah pengguna kriteria vaksin yang telah ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi boleh langsung beribadah setibanya di Mekkah. Jamaah tak perlu karantina tiga hari jika telah menggunakan vaksin yang ditentukan oleh WHO dan Arab Saudi.

Adapun, jenis vaksin yang telah disetujui oleh WHO dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yakni, Pfizer; Astrazeneca; Jhonson; dan Moderna. Para jamaah ibadah umrah pengguna jenis vaksin tersebut masuk ke dalam jalur pertama yang telah ditentukan oleh Kerajaan Arab Saudi.

"Jalur pertama, tidak diperlukan karantina pada saat kedatangan, jamaah dapat melaksanakan ibadah begitu tiba," demikian dikutip dari siaran pers yang dirilis Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Rabu (1/12/2021).

Sementara jamaah pengguna vaksin jenis Sinopharm dan Sinovac, masuk ke dalam jalur kedua. Jenis vaksin tersebut memang telah disetujui oleh WHO, namun tidak berlaku untuk Kerajaan Arab Saudi. Oleh karenanya, jamaah pengguna vaksin Sinopharm dan Sinovac terpaksa harus karantina tiga hari terlebih dahulu.

"Jalur kedua, karantina tiga hari diperlukan pada saat kedatangan, jamaah tidak dapat melaksanakan ibadah kecuali setelah selesainya masa karantina," terangnya.

Aturan tersebut berlaku bagi jamaah ibadah umrah yang sudah di vaksin minimal sebanyak dua kali. Jika terdapat jamaah ibadah umrah pengguna vaksin dosis pertama dan kedua yang berbeda, maka belum ada aturan lebih rincinya lagi dari Kerajaan Arab Saudi. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD