AALI
9600
ABBA
230
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
785
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
825
ADMF
8075
ADMG
173
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2050
AGRO
745
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1065
AKSI
290
ALDO
845
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.51
-0.73%
-3.95
IHSG
6974.01
-0.6%
-42.04
LQ45
1003.35
-0.73%
-7.38
HSI
21999.91
-1.03%
-229.61
N225
26830.69
-0.15%
-40.58
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
868,113 / gram

Tunjangan Insentif Guru Madrasah Bukan PNS Cair hingga Akhir Juni 2022

SYARIAH
Widya Michella
Jum'at, 17 Juni 2022 08:37 WIB
Proses pencairan tunjangan insentif bagi guru madrasah bukan PNS dicairkan secara bertahap hingga akhir Juni 2022.
Tunjangan Insentif Guru Madrasah Bukan PNS Cair hingga Akhir Juni 2022 (Dok.MNC)
Tunjangan Insentif Guru Madrasah Bukan PNS Cair hingga Akhir Juni 2022 (Dok.MNC)

IDXChannel - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada jajarannya agar proses pencairan tunjangan insentif bagi guru madrasah bukan PNS dicairkan secara bertahap hingga akhir Juni 2022. Berdasarkan hasil cek terakhir Menag Yaqut ke jajaran Ditjen Pendidikan Islam, mereka sudah menerbitkan Surat Perintah Pembayaran Dana.

"Jika begitu, maka KPPN akan segera menyalurkan anggaran yang sudah teralokasi di RKAKL Kementerian Agama ke Rekening Bank Penyalur insentif guru madrasah bukan PNS. Saya minta akhir Juni 2022, dana ini sudah bisa masuk ke rekening guru madrasah bukan PNS penerima insentif,"kata Yaqut dikutip dalam keterangan resminya, Jumat,(17/06/2022).

Pria yang akrab disapa Gus Men menyampaikan tunjangan tersebut diberikan kepada guru bukan PNS baik pada Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Setiap guru menerima tunjangan masing-masing sebesar Rp250ribu per bulan dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku. 

Menurutnya saat ini sedang diproses pencairan untuk enam bulan bagi 216 ribu guru madrasah bukan PNS. Insentif ini merupakan bentuk rekognisi negara untuk para guru yang telah berdedikasi dan mengabdikan hidupnya dalam mencerdaskan anak bangsa.

Saya berharap, tunjangan ini bisa memotivasi guru madrasah bukan PNS untuk lebih berkinerja dalam meningkatkan mutu dan layanan pendidikan. Jasa mereka sangat besar dalam peningkatan kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi peserta didik di madrasah pada semua level,”kata Gus Men.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, insentif akan diberikan kepada guru yang memenuhi kriteria. Total kuota yang ada, telah dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah guru setiap provinsi.

Jawa Timur menjadi provinsi dengan kuota terbanyak, karena jumlah guru madrasah bukan PNS juga paling banyak.
"Tunjangan insentif bagi guru bukan PNS pada RA/Madrasah disalurkan kepada guru yang berhak menerimanya secara langsung ke rekening guru yang bersangkutan,"ujarnya. 

Berikut kriteria penerima tunjangan insentif guru bukan PNS:
1. Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/MAK dan terdaftar di program SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama); 
2. Belum lulus sertifikasi;
3. Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK); 
4. Guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama; 

5. Berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah, yaitu guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah, Kepala Madrasah Negeri dan/atau pimpinan penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk jangka waktu paling singkat 2 tahun secara terus menerus, dan tercatat pada satuan administrasi pangkal di madrasah yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama serta melaksanakan tugas pokok sebagai guru. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD