AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Wapres Dorong Bank Wakaf Mikro Pesantren Jadi Inkubator Ekonomi Syariah

SYARIAH
Dita Angga Rusiana
Kamis, 23 Desember 2021 16:40 WIB
Wapres Maruf Amin ungkap adanya Bank Wakaf Mikro merupakan upaya pemerintah untuk melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wapres Dorong Bank Wakaf Mikro Pesantren Jadi Inkubator Ekonomi Syariah (Dok.MNC Media)
Wapres Dorong Bank Wakaf Mikro Pesantren Jadi Inkubator Ekonomi Syariah (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan adanya Bank Wakaf Mikro merupakan upaya pemerintah untuk melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dia pun berharap adanya Bank Wakaf Mikro menjadi alat pengungkit tumbuhnya ekonomi syariah di masyarakat.

“Bank Wakaf Mikro ini merupakan rintisan menumbuhkan pengusaha-pengusaha kecil yang kita harapkan nantinya menjadi alat pengungkit yang nantinya bisa tumbuh dan bisa menjadi nasabah Bank Syariah Umum,” katanya saat menghadiri Peresmian Program Bank Wakaf Mikro Pondok Pesantren Muhammadiyah Sabilil Muttaqien dan Penyaluran KUR Klaster di Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, Kamis (23/12/2021).

Maruf mengatakan bahwa saat ini jumlah pesantren sebesar lebih dari 27.000 di seluruh Indonesia. Dimana karakteristik pesantren begitu dekat dengan masyarakat,. Maka dari itu Maruf menilai bahwa pesantren merupakan sumber strategis dalam mengoptimalkan fungsi Bank Wakaf Mikro

“Kehadiran Bank Wakaf Mikro di pesantren dapat menjadi inkubator dalam menyiapkan, memajukan, serta memperluas usaha mikro syariah,” tuturnya.

“Sebab pengembangan ekonomi masyarakat akan sangat besar, sangat banyak dampaknya,” tambahnya.

Dia berharap agar langkah OJK dalam mendorong terbentuknya Bank Wakaf Mikro di pesantren-pesantren dapat menjadi inspirasi bagi pemangku kepentingan di bidang ekonomi dan keuangan. Utamanya dalam mereplikasi langkah ini guna memberikan kemudahan dan pemberdayaan kepada masyarakat untuk melahirkan santri usahawan

“Oleh karena itu, adanya bank wakaf di pesantren-pesantren ini memberikan fungsi tambahan yang juga sangat penting dan melahirkan program One Pesantren One Product, OPOP. Yang melahirkan Gus Iwan, santri bagus, pinter ngaji, usahawan,” ujarnya.

Maruf juga berpesan agar Bank Wakaf Mikro dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat. Pasalnya Bank Wakaf Mikro diharapkan dapat menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya harap Bank Wakaf Mikro dikelola dengan baik, ini amanat, jangan sampai ada ketidak percayaan kepada pesantren. Diberi amanah bukan berkembang tapi malah habis. Pesantren namanya harus terjaga,” katanya.

 “Semoga kehadiran Bank Wakaf Mikro semakin membawa berkat mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjutnya.  

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD