AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Warga Arab Saudi yang Nekat ke RI Bakal Kena Sanksi 3 Tahun Larangan Perjalanan  

SYARIAH
Syarifudin/Sindonews
Rabu, 28 Juli 2021 08:25 WIB
Arab Saudi akan memberlakukan larangan perjalanan tiga tahun pada warga negaranya yang bepergian ke negara-negara dalam 'daftar merah', termasuk RI.
Warga Arab Saudi yang Nekat ke RI Bakal Kena Sanksi 3 Tahun Larangan Perjalanan   (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Arab Saudi akan memberlakukan larangan perjalanan tiga tahun pada warga negaranya yang bepergian ke negara-negara dalam 'daftar merah' kerajaan, dimana salah satunya yang ada di daftar merah adalah Indonesia

“Kebijakan ini diambil untuk mengekang penyebaran virus corona dan varian barunya,” ungkap laporan kantor berita negara SPA, dilansir Reuters.

Informasi ini mengutip seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Saudi yang tidak disebutkan namanya.

Pejabat itu mengatakan beberapa warga negara Saudi, yang pada Mei diizinkan bepergian ke luar negeri tanpa izin sebelumnya dari pihak berwenang untuk pertama kalinya sejak Maret 2020, telah melanggar peraturan perjalanan.

"Siapa pun yang terbukti terlibat akan dikenakan pertanggungjawaban hukum dan hukuman berat sekembalinya mereka, dan akan dilarang bepergian selama tiga tahun," ungkap pejabat itu.

Arab Saudi telah melarang perjalanan atau transit di sejumlah negara dalam “Daftar Merah” antara lain Indonesia, Afghanistan, Argentina, Brasil, Mesir, Ethiopia, India, Lebanon, Pakistan, Afrika Selatan, Turki, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.

"Kementerian Dalam Negeri menekankan bahwa warga negara masih dilarang bepergian secara langsung atau melalui negara lain ke negara bagian ini atau negara lain yang belum mengendalikan pandemi atau di mana jenis baru telah menyebar," papar pejabat itu.

Negara Teluk terbesar dengan populasi sekitar 30 juta itu pada Selasa (27/7) mencatat 1.379 infeksi COVID-19, sehingga totalnya menjadi 520.774 kasus dan 8.189 kematian.

Arab Saudi melihat infeksi harian turun dari puncaknya di atas 4.000 kasus pada Juni 2020, menjadi di bawah angka 100 kasus pada awal Januari.
 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD