IDXChannel—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan meluncurkan satelit terbaru bernama Nusantara Earth Observation Satellite 1 (NEO-1) tahun depan. Satelit tersebut memiliki beberapa keunggulan yang berdampak positif di berbagai sektor.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan beberapa kelebihan yang dimiliki observasi bumi nasional kelas kecil atau minisatelit ini adalah kemampuan pencitraan beresolusi tinggi dan menengah.
Tidak hanya itu, satelit ini menggabungkan fungsi observasi Bumi dengan penerima Automatic Identification System (AIS) untuk pemantauan kapal, serta dilengkapi dengan muatan optik kanal visible dan thermal infrared.
Semua proses krusial, mulai dari perancangan misi, desain sistem, integrasi, pengujian, perangkat lunak (software), hingga operasi satelit dan dukungan stasiun bumi, dilakukan sepenuhnya di Indonesia. Hal ini menegaskan langkah besar Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
“NEO-1 ini mengandung TKDN kurang lebih sekitar 65 persen dan sekali lagi itu merupakan salah satu kebanggaan dari kita semua sebagai bangsa Indonesia,” kata Arif dalam sambutannya pada Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Rabu (8/7/2026).