Selain itu, ia menjelaskan bahwa satelit ini juga diperuntukkan untuk mendukung pemetaan wilayah, pemantauan pertanian, kehutanan, kelautan, hingga mitigasi bencana.
Tak sampai di situ, pemantauan lingkungan, bahkan aktivitas kapal melalui AIS juga dapat dilakukan oleh satelit tersebut. Bahkan, satelit NEO-1 bisa mendukung kebutuhan pemerintah dalam hal riset, industri serta pelayanan publik berbasis satelit.
“Dan peruntukan satelit ini guna mendukung penyediaan data citra satelit nasional dan digunakan untuk pemetaan wilayah, pemantauan pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, pemantauan lingkungan, dan pemantauan aktivitas kapal melalui AIS,” ucap dia.
Lebih lanjut, Arif mengungkapkan bahwa peluncuran satelit itu menjadi upaya Indonesia untuk mewujudkan kemandirian dalam segi antariksa serta kedaulatan digital yang bisa memberikan dampak ekonomi terhadap Indonesia.
Menurutnya, kemandirian bukan hanya sekadar memiliki satelit, tetapi juga bisa merancang, membangun, meluncurkan, bahkan mengoperasikan satelit milik sendiri.