Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan, menilai perusahaan teknologi besar kini leluasa mencari pendanaan dari berbagai pasar global karena memiliki kualitas kredit yang kuat.
“Ketika kebutuhan pendanaan utang sangat besar dan perusahaan memiliki kualitas kredit yang sangat baik seperti hyperscaler, mereka bisa mengakses pasar domestik maupun global,” ujarnya.
Sementara itu, Amazon menyatakan dana hasil penerbitan obligasi baru akan digunakan untuk kebutuhan korporasi, termasuk investasi bisnis dan belanja modal di masa depan.
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, Amazon menunjuk BNP Paribas, Deutsche Bank, dan JPMorgan Chase untuk menggarap penerbitan obligasi enam seri dengan tenor mulai dari 3 tahun hingga 25 tahun. Namun, rincian nilai penerbitan belum diungkap karena proses masih bersifat rahasia.
(Rahmat Fiansyah)