“Bentuknya yang seperti manusia memungkinkan perkenalan mereka (para robot) dengan fasilitas airport dan struktur pesawat tanpa harus dimodifikasi secara signifikan,” tambah JAL.
Pada masa mendatang, robot-robot humanoid ini diperkirakan akan digunakan untuk beragam tugas di bandara. Termasuk baggage loading, pembersihan kabin, dan operasional peralatan ground support.
“Dengan memadukan teknologi AI mutakhir dan fleksibilitas bentuk humanoid yang unik, proyek ini bertujuan untuk merealisasikan operasional yang berkelanjutan melalui pengurangan beban kerja,” lanjut JAL.
Uji coba penggunaan robot humanoid di Airport Haneda ini akan berlangsung hingga 2028. Uji coba akan dimulai dengan menganalisis lokasi-lokasi bandara yang dapat menjadi tempat penugasan para robot.
Targetnya adalah membangun model operasional yang sustainable di mana robot membantu pekerja manusia. Sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan efektif agar robot dapat beroperasi di bandara.