IDXChannel - Penyedia aplikasi layanan streaming musik online Sotify pada kuarta IV 2022 berhasil menggaet 205 juta pelanggan.
Hal ini membuat Spotify menjadi layanan streaming pertama yang melampaui angka 200 juta pelanggan.
Kendati mengalami kenaikan, Spotify juga melaporkan bahwa pihaknya mederita kerugian. Dalam laporan yang dirilis, Spotify mengalami kerugian USD231 juta atau sekitar Rp 3,5 triliun di kuartal IV 2022. Sementara untuk total pengguna aktif bulanan Spotify menjadi 489 juta, dibanding kuartal sebelumnya di tahun yang sama sebanyak 456 juta.
"[Pengguna Aktif Bulanan] mencatat penambahan bersih rekor tertinggi per kuartal di angka 33 juta untuk Q4, 10 juta di atas prediksi," kata perusahaan dalam dokumen keuangan lengkapnya, dilansir melalui Apple Insider, Rabu (1/2/2023).
Kerugian ini disebabkan oleh biaya iklan yang lebih tinggi serta keharusan untuk mempekerjakan karyawan baru. Minggu lalu Spotify mengumumkan akan mengurangi tenaga kerjanya sebesar 6 persen atau sekitar 600 orang.
Total pendapatan untuk tahun 2022 adalah UER3,2 miliar, naik 18 persen dari tahun sebelumnya yang ada di angka UER2,7 miliar. Jumlah itu tentu berasal dari para pelanggan premium.
"Kalau dipikir-pikir, saya sedikit terbawa suasana dan terlalu banyak berinvestasi relatif terhadap ketidakpastian yang saya lihat di pasar," kata CEO Spotify, Daniel Ek, kepada Deadline.
"Podcast telah menjadi hambatan di sisi margin kotor. Beberapa investasi berhasil, beberapa tidak. Beberapa acara berhasil, beberapa tidak berjalan seperti yang kami harapkan." imbuhnya.
Meski menyumbang kerugian akibat biaya operasional yang besar, tapi sektor podcast juga jadi salah satu alasan mengapa pendapatan yang didukung iklan Spotify naik menjadi €449 pada kuartal tersebut. CEO Spotify, Daniel Ek, memperkirakan perusahaannya akan melampaui setengah miliar pengguna pada bulan Maret dan akan meningkatkan pelanggan premiumnya menjadi 207 juta.
Ek menjelaskan bahwa Q1 selalu menjadi kuartal terkecil dalam hal pertumbuhan perusahaan. Target Spotify tahun ini adalah menekan kerugian. Sementara target jangka panjangnya adalah mencapai 1 miliar pengguna pada tahun 2030.
(DKH)