Sepanjang tahun lalu, penjualan mobil penumpang di China naik enam persen menjadi 24 juta unit. Namun, penjualan pada Desember turun 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Deutsche Bank baru-baru ini memperkirakan bahwa ekspor kendaraan penumpang China akan meningkat 13 persen dari tahun ke tahun pada 2026. Ekonom bank tersebut mengatakan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa pasar luar negeri menawarkan profitabilitas yang relatif lebih tinggi bagi produsen mobil China, di samping pertumbuhan yang lebih cepat.
Pasar luar negeri saat ini menyumbang kurang dari 10 persen pendapatan bagi sebagian besar produsen mobil China, meskipun pemain utama seperti BYD melihat kontribusi pendapatan luar negeri yang lebih besar.
“Kami percaya kontribusi (luar negeri) kemungkinan akan meningkat selama dua tahun ke depan seiring dengan ekspansi ekspor,” kata Associate Director S&P Global Ratings Stephen Chan, dilansir dari AP pada Jumat (16/1/2026).
Destinasi ekspor utama kemungkinan akan tetap Rusia, Amerika Latin, Timur Tengah, Eropa, dan Asia Tenggara, yang bersama-sama menyumbang sekitar 70 persen dari volume pada 2025. Produsen mobil China menghadapi hambatan yang lebih tinggi di pasar yang lebih kaya, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Kanada, di mana tarif tinggi berlaku untuk EV.