IDXChannel - CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan bahwa pembuat ChatGPT tersebut merevisi perjanjian kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Reuters pada Selasa (3/3/2026), kerja sama tersebut menuai banyak kecaman dari pengguna dan pelaku industri.
"Kami telah bekerja sama dengan Departemen Perang untuk menambahkan beberapa hal dalam perjanjian kami agar prinsip-prinsip kami menjadi sangat jelas," kata Altman dalam sebuah unggahan di X.
Altman mengatakan salah satu tambahan dalam perjanjian tersebut menegaskan bahwa layanan OpenAI tidak akan digunakan oleh badan intelijen Departemen Perang.
"Layanan apa pun kepada badan intelijen tersebut akan memerlukan modifikasi lanjutan pada kontrak kami," katanya.