Minggu lalu, perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut mengumumkan kesepakatan untuk menerapkan teknologi di jaringan rahasia Departemen Pertahanan.
Kesepakatan itu diumumkan setelah pesaing OpenAI, Anthropic, menolak memberikan akses tanpa batas ke teknologi AI-nya pada Departemen Pertahanan.
Jumlah pengguna ChatGPT anjlok tajam di AS sejak diumumkannya kerja sama ini. Banyak yang beralih ke chatbot Claude buatan Anthropic. (Wahyu Dwi Anggoro)