Sebagai tambahan informasi, ketika artificial intelligent untuk voice assistant pertama kali dikembangkan, perusahaan menggunakan teknologi text-to-speech yang notabene saat itu kualitasnya belum secanggih sekarang.
Suara wanita ternyata lebih mudah untuk dikembangkan sebagai voice assistant, selain intonasinya lebih tinggi, suara wanita juga terdengar lebih natural. Mengutip Adaptworldwide, wanita juga cenderung memiliki artikulasi yang lebih jelas.
Alasan kedua, dari tahun ke tahun, teknologi text-to-speech lebih sering dilatih menggunakan suara wanita, karena perusahaan teknologi memiliki data suara wanita lebih banyak, sehingga pengembangan teknologi otomatisasi suara pun lebih mudah menggunakan suara wanita.
Asal tahu saja, ini masih selaras dengan sejarah rekaman suara wanita pertama kali pada 1878, di mana Emma Nutt adalah wanita pertama yang menjadi operator telepon. Hingga pada akhir 1880, secara ekslusif operator telepon adalah pekerja wanita.
Namun kini, teknologi text-to-speech telah berkembang pesat dan perusahaan teknologisudah mampu memproduksi voice assistant dengan rentang jenis suara yang lebih luas, dengan beragam jenis bahasa di dunia.