“Arahan presiden kepada kami juga bagaimana ranah digital ini diamankan,” tutur Meutya.
Biometrik pada SIM Card untuk Tekan Kejahatan Digital
Dia mengungkap dalam satu tahun terakhir, nilai dari kejahatannya digital mencapai Rp 9 triliun, sebagian besar bersumber dari SIM Card atau kartu perdana yang tidak tervalidasi dengan baik.
“Kita tahu di tahun-tahun sebelumnya kebocoran data dari NIK sangat tinggi. Jadi bukan di tahun-tahun ini tapi sudah lama terjadi kebocorannya. Kebocoran yang terjadi 5-10 tahun lalu itu masih bisa disalahgunakan sampai hari ini,” ungkap Meutya.
Maka dari itu, keberadaan sistem biometrik ini diharapkan semakin memperketat pengamanan data pelanggan pengguna sim card. Sehingga kesesuaian data bisa terjamin dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk kejahatan digital.
“Kami merasa perlu untuk sekali lagi validasi bahwa NIK card apa kartu NIK dengan wajah orang yang datang untuk mengambil kartu baru ini ada adalah orang dengan NIK yang benar,” tambah dia.