sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Laba Ericsson di Bawah Ekspektasi pada Awal 2026 Imbas Harga Chip Mahal

Technology editor Tim IDXChannel
17/04/2026 16:52 WIB
Ericsson melaporkan laba pada kuartal I-2026 yang sedikit di bawah ekspektasi pasar.
Laba Ericsson di Bawah Ekspektasi pada Awal 2026 Imbas Harga Chip Mahal. (Foto: Inews Media Group)
Laba Ericsson di Bawah Ekspektasi pada Awal 2026 Imbas Harga Chip Mahal. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Ericsson melaporkan laba pada kuartal I-2026 yang sedikit di bawah ekspektasi pasar, dipicu kenaikan biaya chip akibat tren kecerdasan buatan (AI) serta melemahnya penjualan di Amerika Utara.

Dilansir dari CNA pada Jumat (17/4/2026), perusahaan mencatat laba operasional yang disesuaikan sebesar 5,2 miliar krona Swedia atau sekitar Rp9,7 triliun.

Angka ini berada di bawah proyeksi analis yang disurvei Infront sebesar 5,4 miliar krona (Rp10,1 triliun).

Sebagai salah satu pemasok utama peralatan jaringan telekomunikasi di Barat bersama Nokia, Ericsson masih mengandalkan pasar Amerika Serikat (AS) sebagai pendorong utama bisnisnya, meski hubungan transatlantik tengah menghadapi ketegangan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Eksposur Ericsson di pasar AS cukup besar, terutama setelah memperoleh kontrak senilai USD14 miliar (Rp240,5 triliun) dengan operator AT&T pada 2023, yang diharapkan dapat mengimbangi perlambatan investasi telekomunikasi di wilayah lain.

“Kami menghadapi peningkatan biaya input, terutama dalam semikonduktor, yang sebagian disebabkan oleh permintaan AI,” kata CEO Borje Ekholm dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, penjualan bersih Ericsson pada kuartal pertama tercatat sebesar 49,3 miliar (Rp92,09 triliun) krona, juga di bawah perkiraan pasar yang mencapai 50,7 miliar krona (Rp94,71 triliun). (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement