“Kami menghadapi peningkatan biaya input, terutama dalam semikonduktor, yang sebagian disebabkan oleh permintaan AI,” kata CEO Borje Ekholm dalam pernyataan resmi.
Sementara itu, penjualan bersih Ericsson pada kuartal pertama tercatat sebesar 49,3 miliar (Rp92,09 triliun) krona, juga di bawah perkiraan pasar yang mencapai 50,7 miliar krona (Rp94,71 triliun). (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)