Langkah ini diambil di tengah meningkatnya pengawasan regulator Amerika Serikat (AS) terhadap perusahaan AI terkait potensi dampak negatif chatbot.
Pada Agustus lalu, Reuters melaporkan bahwa aturan AI Meta sempat memungkinkan terjadinya percakapan provokatif dengan anak di bawah umur, yang memicu kritik terhadap perlindungan pengguna muda di platform media sosial. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)