IDXChannel - Meta Platforms meluncurkan Muse Spark, model kecerdasan buatan (AI) pertama dari tim khusus yang mereka bentuk tahun lalu.
Dilansir dari Reuters pada Kamis (9/4/2026), tim Meta Superintelligence Labs dibentuk untuk mengejar ketertinggalan dengan para pesaing dalam perlombaan AI.
Saat ini, Meta berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa investasi besar mereka di bidang AI akan membuahkan hasil.
Meta merekrut CEO Scale AI, Alex Wang, tahun lalu dengan kesepakatan senilai USD14,3 miliar (sekitar Rp244 triliun) dan menawarkan paket gaji ratusan juta dolar kepada beberapa insinyur.
Dalam beberapa minggu mendatang, Muse Spark ini akan menggantikan Llama yang selama ini mendukung chatbot di WhatsApp, Instagram, Facebook, dan koleksi kacamata pintar Meta.
Evaluasi independen terhadap kinerja Muse Spark menunjukkan bahwa model ini mampu menyamai model-model unggulan dari pemimpin pasar seperti Google, OpenAI, dan Anthropic di beberapa bidang, seperti pemahaman bahasa dan visual, tetapi made tertinggal di bidang lain seperti coding dan penalaran abstrak.
Wang, yang kini memimpin tim superintelligence, mengakui dalam serangkaian unggahan media sosial pada Rabu (8/4/2026) bahwa tentu ada beberapa kekurangan yang akan mereka perbaiki seiring waktu.
Dia mengatakan bahwa versi yang lebih besar dari model tersebut sedang dalam pengembangan dan Meta berencana untuk merilis setidaknya beberapa di antaranya secara terbuka. (Reporter: Eugenia Siregar) (Wahyu Dwi Anggoro)