Jika terealisasi, langkah itu berpotensi membuka jalan bagi pembentukan joint venture di China sekaligus menjadi persiapan menuju penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Hong Kong.
Hong Kong sendiri tengah menikmati lonjakan minat terhadap emiten AI asal China, termasuk MiniMax dan Zhipu.
Kandasnya transaksi yang semula dipandang sebagai salah satu exit strategy terbesar bagi startup AI China menegaskan sikap Beijing yang ingin mempertahankan kendali atas teknologi strategis, terlepas dari status badan hukum perusahaan yang terdaftar di luar negeri.
Tak hanya memaksa divestasi Manus, pemerintah China juga dilaporkan memperluas pengawasan terhadap industri AI domestik. Beijing kini mewajibkan para peneliti dan eksekutif perusahaan swasta memperoleh persetujuan pemerintah sebelum bepergian ke luar negeri.
Selain itu, perusahaan AI besar seperti Moonshot AI, StepFun, dan ByteDance disebut harus mengantongi izin resmi sebelum menerima pendanaan dari investor Amerika Serikat.