Laporan tersebut juga menyoroti bahwa permintaan listrik diperkirakan akan meningkat lebih dari 100 terawatt-jam pada 2030, didorong oleh pusat data, EV, dan klaster industri.
Namun, infrastruktur jaringan listrik biasanya membutuhkan waktu lima hingga 15 tahun untuk dikembangkan, sehingga menciptakan ketidakseimbangan besar antara kesiapan pasokan dan pertumbuhan permintaan.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa pasar EV Asia Tenggara berkembang pesat, tetapi wilayah ini baru menyumbang sekitar dua persen dari total produksi mobil listrik global. (Wahyu Dwi Angoro)