sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Nissan Mulai Diskusi dengan Serikat Pekerja soal Rencana PHK di Eropa

Technology editor M Fadli Ramadan
07/08/2025 12:05 WIB
Terbaru, produsen asal Jepang itu akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan di Eropa.
Nissan Mulai Diskusi dengan Serikat Pekerja soal Rencana PHK di Eropa. (Foto Istimewa)
Nissan Mulai Diskusi dengan Serikat Pekerja soal Rencana PHK di Eropa. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Nissan terus menjalankan rencana restrukturisasi dalam upaya menyelamatkan finansialnya. Terbaru, produsen asal Jepang itu akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan di Eropa.

Dilansir dari laman Reuters, Kamis (7/8/2025), proses konsultasi dengan serikat pekerja regional Eropa berlangsung di kantor Nissan Automotive Europe, yang berlokasi di Montigny-Ie-Bretonneux, Prancis. Kantor ini menjadi pusat pengelolaan operasional Nissan untuk wilayah Eropa, Afrika, Timur Tengah, India, dan Oseania, dengan jumlah karyawan sekitar 560 orang.

Sebagai upaya awal, manajemen dan serikat pekerja sepakat untuk mendiskusikan opsi pengunduran diri secara sukarela. Ini dilakukan sebelum melakukan PHK secara paksa sebagai langkah akhir.

Negosiasi ini dijadwalkan akan selesai pada 20 Oktober 2025. Sementara rincian keputusan akan disampaikan kepada seluruh karyawan pada bulan berikutnya.

"Kami menjalankan prises ini dengan penuh kehati-hatian, transparansi, dan mematuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku," ujar Wakil Ketua Nissan untuk Regional Eropa Massimiliano Messina.

Messina mengungkapkan, hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil mengenai PHK pekerja di Eropa. Meski begitu, proses konsultasi ini menandai kelanjutan program restrukturisasi besar-besaran yang diumumkan CEO baru Nissan, Ivan Espinosa, sejak merapat pada April lalu.

Seperti diketahui, Ivan Espinosa langsung melakukan restrukturisasi untuk menyelamatkan keuangan perusahaan. Hal tersebut mencakup pemangkasan sekitar 15 persen tenaga kerja global, pengurangan kapasitas produksi hingga 30 persen menjadi 2,5 juta unit per tahun, serta penyusutan jumlah pabrik dari 17 menjadi 10 lokasi di seluruh dunia.

Rencana ini diharapkan dapat menghemat biaya hingga 500 miliar yen atau sekitar USD3,4 miliar. Langkah ini diambil setelah Nissan mengalami tekanan penjualan di pasar utama, seperti China dan Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan laporan perusahaan yang dirilis Oktober 2024, Nissan mempekerjakan hampir 19 ribu orang di wilayah Eropa, Afrika, Timur Tengah, India, dan Oseania. Sekitar 60 persen dari total tenaga kerja berbasis di Eropa.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement