"Kami menjalankan prises ini dengan penuh kehati-hatian, transparansi, dan mematuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku," ujar Wakil Ketua Nissan untuk Regional Eropa Massimiliano Messina.
Messina mengungkapkan, hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil mengenai PHK pekerja di Eropa. Meski begitu, proses konsultasi ini menandai kelanjutan program restrukturisasi besar-besaran yang diumumkan CEO baru Nissan, Ivan Espinosa, sejak merapat pada April lalu.
Seperti diketahui, Ivan Espinosa langsung melakukan restrukturisasi untuk menyelamatkan keuangan perusahaan. Hal tersebut mencakup pemangkasan sekitar 15 persen tenaga kerja global, pengurangan kapasitas produksi hingga 30 persen menjadi 2,5 juta unit per tahun, serta penyusutan jumlah pabrik dari 17 menjadi 10 lokasi di seluruh dunia.
Rencana ini diharapkan dapat menghemat biaya hingga 500 miliar yen atau sekitar USD3,4 miliar. Langkah ini diambil setelah Nissan mengalami tekanan penjualan di pasar utama, seperti China dan Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan laporan perusahaan yang dirilis Oktober 2024, Nissan mempekerjakan hampir 19 ribu orang di wilayah Eropa, Afrika, Timur Tengah, India, dan Oseania. Sekitar 60 persen dari total tenaga kerja berbasis di Eropa.
(Dhera Arizona)