IDXChannel - Raksasa kecerdasan buatan (AI) OpenAI melaporkan rugi bersih yang signifikan pada 2025, di tengah rencana penawaran umum perdana (IPO).
Dilansir dari RTT News pada Kamis (18/6/2026), pertumbuhan pendapatan pencipta chatbot ChatGPT itu tidak bisa mengimbangi lonjakan pengeluaran perusahaan tahun lalu.
Menurut laporan keuangan yang tersebar ke media, OpenAI sebenarnya mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat pada 2025.
Namun, pengeluaran untuk penelitian, infrastruktur komputasi, dan ekspansi bisnis melampaui pertumbuhan penjualannya yang pesat.
Dokumen yang tersebar ke media mengungkapkan bahwa OpenAI melaporkan kerugian bersih hampir USD39 miliar atau sekitar Rp690 triliun tahun lalu, meskipun angka ini termasuk biaya satu kali terkait dengan peralihannya ke model nirlaba.