IDXChannel - OpenAI dilaporkan mulai mencari alternatif chip selain Nvidia. Rencana yang muncul sejak tahun lalu tersebut karena ketidakpuasan terhadap produk chip AI terbaru Nvidia, khususnya untuk kebutuhan inference saat model AI merespons permintaan pengguna.
Dikutip dari Reuters, Selasa (3/2/2026), perubahan strategi tersebut menandai dinamika baru dalam industri AI global. Selama ini Nvidia masih dominan untuk chip pelatihan model AI skala besar. Namun, persaingan mulai bergeser ke inference, yang kini menjadi medan kompetisi baru seiring meningkatnya kebutuhan respons cepat aplikasi AI seperti ChatGPT.
Upaya OpenAI mencari alternatif chip juga menjadi ujian bagi dominasi Nvidia, terlebih ketika kedua perusahaan tengah menjajaki pembicaraan investasi. Pada September lalu, Nvidia sempat menyatakan niat mengucurkan investasi hingga USD100 miliar ke OpenAI, meski proses negosiasi disebut berjalan lebih lama dari perkiraan.
Seiring berlarutnya pembahasan tersebut, OpenAI diketahui menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak lain, termasuk Advanced Micro Devices (AMD), untuk pengadaan GPU. Pergeseran peta jalan produk OpenAI disebut ikut mengubah kebutuhan komputasi perusahaan dan memperlambat kesepakatan dengan Nvidia.
Pada Sabtu (31/1/2026), CEO Nvidia, Jensen Huang menepis kabar adanya ketegangan dengan OpenAI. Perusahaan semikonduktor itu menegaskan posisinya tetap kuat di pasar inference.
“Pelanggan tetap memilih NVIDIA untuk kebutuhan inference karena kami menawarkan kinerja terbaik dan total biaya kepemilikan paling efisien dalam skala besar,” kata Nvidia.
Sementara itu, OpenAI menyatakan masih sangat bergantung pada teknologi Nvidia untuk sebagian besar armada inference-nya. “Nvidia memberikan kinerja per dolar AS terbaik untuk kebutuhan inference kami,” ujar perwakilan OpenAI.
Kendati demikian, sejumlah sumber menyebut OpenAI tidak sepenuhnya puas dengan kecepatan chip Nvidia dalam menangani permintaan tertentu, seperti pengembangan perangkat lunak dan komunikasi antarsistem AI. OpenAI disebut membutuhkan perangkat keras baru ke depan yang dapat memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan komputasi inference-nya.
Dalam konteks itu, OpenAI sempat menjajaki kerja sama dengan perusahaan rintisan seperti Cerebras dan Groq yang mengembangkan chip berbasis SRAM untuk inference berkecepatan tinggi.
Terkait hal ini, CEO OpenAI, Sam Altman menegaskan, Nvidia saat ini membuat chip AI terbaik di dunia. Dia juga berharap OpenAI tetap menjadi pelanggan raksasa bagi Nvidia di masa depan.
(Rahmat Fiansyah)